Rabu, Februari 23, 2011

objects in the mirror are closer than it seems

Tiba-tiba saja aku harus bergegas untuk menyiapkan keberangkatanku ke cina. Untuk satu tahun. It's too sudden for me.

I should prepare anything phisically, mentally and culturally. :)

a year away from my family, my boyfriend, and my friends.
*playing: Keep Holding On by Glee Cast*

ahh,, drama. Always be. ;)

I hate goodbye moments, but I guess I should face it in a cool, brave way. :)

Sabtu, Juli 31, 2010

mbolang

ada yang belum tahu istilah "mbolang" ?

mbolang (mbo.lang ; verb): adalah bentuk kata kerja dari kata bolang (bocah petualang). biasanya kata kerja ini menerangkan jika seseorang pergi untuk berpetualang, mencoba sesuatu yang baru, atau hanya sekedar berjalan-jalan baik sendirian atau beramai-ramai.

udah jelas kan sekarang? bukannya aku mau sok pinter ngalahin hasan shadili atau john m echols, tapi kayaknya asik juga kalau aku bikin kamusku sendiri deh. hehe :D

ngomong-ngomong tentang mbolang, aku gak akan membahas sebuah acara televisi itu. minggu kemarin, aku jadi bolang. haha.


tidur dibawah pohon setelah mencangkul


another pathway



coba aku bawa sepedaku..




sandal jepit. celana tidur. jaket angkatan. aku.




pengen loncat aja rasanya.hehe


hari minggu, aku pergi ke kampung, terus diajak bapakku ke kebon. kebon itu bukan hewan berkaki empat yang dagingnya enak dijadikan empal. bukan, itu kebo. kebon itu istilah jawa untuk menyebut hutan yang diolah jadi lahan pertanian. yang pasti bukan buat tanaman padi, ya. biasanya kebon ditanami pohon ketela, jati, randu, sengon, atau yang sejenisnya.

dan untuk yang kusebut terakhir, itulah yang ditanam bapakku. tau pohon sengon?

sengon (se.ngon ; noun, countable): pohon yang serat batangnya dapat diolah menjadi pulp yang selanjutnya akan diolah kembali menjadi kertas. diameter batangnya tidak terlalu besar, dan tidak terlalu membutuhkan air semasa hidupnya. amin.

baru kali ini aku melihat pohon sengon.

dan di kebon bapakku itu, aku berasa kayak jane the farmer girl itu lho. ;p
masuk ke divisi cangkul-mencangkul (yang hanya bertahan tidak lebih dari 15 menit, berat + capek banget, ujung-ujungnya aku jadi tim hore nya aja. hehe)
terus ngecek tanah dan apalah-itu-yang-aku-gak-tahu, pokoknya urusan bercocok tanam itulah. aku gak tau banyak tentang hal itu, karena pengalamanku dalam bercocok tanam paling-paling bercocok tanam kecambah waktu praktikum biologi smp dulu.
sampe terakhir sebelum pulang, bapakku ngajak aku buat ngelilingin kebon, sambil bercerita ini itu.
tentang harga pupuk, harga bibit, harga jual, dan lain-lain.
jadi petani ternyata gak semudah yang aku pikirkan selama ini.

selain itu, aku tentu saja jadi pengamat, seperti biasa.
para buruh tani itu, dan kesederhanaan hidup mereka.
berangkat pagi pulang siang dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda mereka yang udah jadul buanget dan lusuh. kayaknya usia sepeda itu lebih tua daripada usia mereka deh. they just can't afford the new one. makan siang pake nasi putih lauk ikan asin sama tempe goreng yang tipis, dibungkus daun pohon jati. bekal minuman pake botol air minum yang udah gak layak buat tempat minum. warna botolnya sendiri udah agak kekuningan gitu, yang pertanda udah lama banget dipakenya. dan mereka gak pake alas kaki. kalaupun pake, cuma sandal jepit yang alasnya udah tipis banget. baju? cuma kaos yang dikasih gratisan dari partai atau hadiah dari toko bangunan, yang udah lusuh banget, sama celana kolor hitam.

melihat itu semua, aku jadi kepikiran banyak hal.

do you think what I'm thinking?

dan itulah salah satu alasan aku suka mbolang, sedikit merasakan kehidupan lain yang selama ini aku tidak pernah rasakan.

misteri

masa depan selalu menyimpan misteri yang hanya akan terungkap oleh waktu. banyak dari kita yang mencoba sedikit -atau sedikit berlebihan- untuk membuat yang terbaik untuk masa depan kita. dan banyak diantara kita, termasuk saya, yang selalu berpikir, apa yang kira-kira akan terjadi jika saya memilih jalan ini? apakah yang saya pilih ini menjamin masa depan saya? kira-kira pertanyaan semacam itulah.

dan pertanyaan seperti itu masih saja memenuhi pikiran saya. ketika orangtua saya menginginkan anak pertamanya ini menjadi seorang dokter, tetapi saya tidak dapat memenuhi permintaan mereka. saya sangat menyesal atas itu, dan berusaha untuk mengganti kekecewaan mereka. tetapi, saya juga masih tak yakin dengan jalan yang saya ambil sekarang. masih saja ada pertanyaan "apa yang akan saya lakukan?"

ironis, memang.

untuk membayar kekecewaan mereka, itu tidak gampang. ada sebuah harga mahal yang harus saya bayar, dan saya berusaha membayarnya dengan jumlah yang tepat. kalau perlu, beserta bunganya.

dua hari yang lalu,
ketika saya sedang berada dalam suasana hati yang tidak mendukung, saya melihat seorang anak smp. dilihat dari seragamnya yang masih baru dan penampilannya, saya perkirakan ia masih di tahun pertama sekolahnya.

saat melihat anak lelaki itu, tiba-tiba saya berpikir, "apa persamaan antara saya dan dia?"

dia tidak dalam keadaan yang menyedihkan. dia juga tidak terlihat seperti telah mengecewakan orangtuanya. tapi persamaan kita adalah, saya dan anak itu sama-sama masih mempunyai masa depan yang harus diperjuangkan. saya dan dia sama-sama masih mempunyai waktu, meski jelas waktu yang saya punya telah terpotong beberapa tahun dan tak sebanyak miliknya. tapi intinya jelas, saya tidak perlu menyia-nyiakan lagi waktu saya.

untuk itu, paling tidak saya harus yakin dengan jalan yang saya tempuh. bagaimana saya bisa meyakinkan orang tua, jika bahkan saya sendiri pun tidak yakin dengan apa yang saya pilih?

kalaupun memang saya tak tahu apa yang akan saya ambil, paling tidak saya mempunyai rencana A dan rencana B. atau paling tidak, batas minimal pencapaian saya.

hal ini jelas memerlukan banyak pengorbanan serta membutuhkan modal utama berupa kesabaran dan ketekunan, sifat-sifat orang sukses yang belum ada sepenuhnya dalam diri saya.

dan tentang masalah waktu,
saya harus rela menunggu. memang, dalam diri saya, perasaan masih menggebu-gebu untuk segera membuktikan pada orang tua. segera. tapi mana bisa seperti itu? kemampuan saya belum memadai dan perasaan saya terlampau "labil" untuk sebuh pertarungan besar. mau tak mau, saya harus rela bersabar. menunggu untuk mempersiapkan diri saya, tidak hanya modal perasaan saja, tetapi juga strategi yang jitu. juga menunggu sebuah -atau banyak- kesempatan untuk datang pada saya. saya yakin, kesempatan itu akan datang di saat yang tepat.

sekarang saya mencoba untuk bergerak, merangkak perlahan sampai akhirnya dapat berlari kencang. mencoba semampu saya.

ugly duckling

setiap wanita memang terlahir cantik. dan mereka menjadi cantik dengan caranya sendiri. saya mempunyai seorang teman. ia selalu ceria tanpa terlihat berlebihan, selalu memberi perhatian pada setiap orang dengan tulus ikhlas. supel, outgoing, dan talkative. sangat cantik. dan teman saya yang lain, juga sangat cantik. ia selalu terlihat anggun tanpa terkesan lemah. keibuan, lembut, dan sangat penyayang. dan masih banyak contoh lainnya. cantiknya agyness deyn yang unik berbeda dengan rihanna yang edgy, atau audrey hepburn yang classy. tapi itu semua membuat saya semakin yakin kalau setiap wanita itu memang cantik dengan caranya sendiri-sendiri.

tapi ada kalanya seorang perempuan merasa sangat dekil, buruk rupa dan terlihat 'tak pantas'. dan di hari inilah saya mengalaminya. entah kenapa hari ini saya merasa sangat gemuk, buruk rupa, dan tak menarik sama sekali. dan parahnya, semua gambar perempuan di majalah itu memperburuk hari saya. mereka semua terlihat sangat sempurna; badan tinggi langsing, tak ada lemak yang salah tempat, wajah yang dapat mengalihkan dunia lelaki, penampilan sangat fashionable, serta senyuman yang tanpa cela. looks so perfect. but we do know that nothing is perfect.

dan di saat seperti ini, saya membutuhkan sedikit 'suntikan' semangat atau percaya diri atau apapun itu untuk sedikit menjadi katalis bagi saya untuk menjadi 'sadar' kembali.

dan orang yang sangat saya harapkan, dia malah membuat semua menjadi lebih buruk. saya tidak bisa menyalahkan dia, karena ini masalah saya. dan saya juga tidak bisa menyalahkan dia karena saya mengganggu dia di saat yang tak tepat. dan saya juga tak bisa menyalahkannya karena dia bukan perempuan. mungkin dia tidak mengerti tentang hal seperti ini.

dan mungkin yang bisa diharapkan adalah sahabat-sahabat perempuan saya. tetapi, di tengah malam seperti ini, dan jarak puluhan - bahkan ratusan - kilometer, apa yang saya bisa perbuat?

Rabu, Mei 05, 2010

an open letter

I know,,
I'm not the best girl you've ever got.

I'm just me.
a girl
who cannot always give the best for you,
who does many mistakes - intended and unintended,
who cannot always make you happy or proud,
who disappoint you many times,
who cannot make you trust or believe in me.

but this is what I am.

when one day you said that you would take it all along with a little part of my goodness.

I just want you to believe in me,
trust all of the things that I said to you, including all of those love words that I've said.
I just want you to believe in me,
take it all seriously, including all the good things that I've done for you, just for you.
I just want you to believe in me,
that I have a heart too.

even it's an ugly heart which is already broken and full of scars, but with this heart, I'm trying to be better on every single day.

and thank you,
for giving me thousand chances after all of the bad times.
for giving me love that big.
for giving me anything. anything.

until one day that I realized,,
you're too good to a girl like me.

I'm not that good.
and you deserve someone who is better than me.
then I do believe that you'll find 'that' someone.

and I keep trying to be a better person, as you told me.
and keep holding on.

thank you very much, gorgeous. my only one.

Jumat, April 23, 2010

benar tak sama dengan baik

dibawah ini adalah artikel bagus dari mbak candra widanarko. happy reading, and enjoy.

saya belum habis kagum dengan facebook meski sejumlah kawan bilang, "facebook itu mempertemukan dan meceraikan". setiap kali membuka halaman, saya menemukan hal baru yang menyenangkan. akhir-akhir ini saya dan 'gerombolan' teman di masa lalu sibuk mengomentari sebuah foto zaman dulu. sudah tiga hari (dan tampaknya masih jauh dari tamat) kami saling sahut, saling menertawakan, saling membuka aib dulu itu.

ada satu komentar yang menohok saya telak, dengan bunyi kurang lebih, "elo kan dulu preman, kalo ngomong enggak pake disortir, enggak peduli dia pejabat atau bukan. padahal waktu itu kita yang lagi perlu sama pejabat itu".

iya, saya ingat peristiwanya, dan saya malu. ketika itu kami akan membuat event berskala nasional, perlu bantuan dana dari kampus. lantaran sangat bangga pada jurusan, maka saya berpakaian dengan 'jurusan kebanggaan style': jeans butut, hem flanel dan sandal jepit. oh ya, tak lupa rambut sebahu yang berantakan dan tak kenal sisir (hingga pantas disebut gondrong). bergaya seperti itulah saya menemui pejabat kampus, mem-follow up proposal, dan.....ya benar, saya dengan sembarangan ngomel pada pak pejabat karena dia memberikan argumentasi yang menurut saya tak masuk akal. esok harinya, kawan saya si ketua panitia tak mengajak saya lagi, hehe.

itu memang kebiasaan buruk di masa lalu. otomatis darah saya menggelegak setiap kali melihat hal tak benar. sumbu pendek, kata teman-teman saya. tak hanya hal tak benar, mulut saya pun 'dol klepnya' tiap mengomentari orang lain. itu semua membuat saya jadi punya label: si galak, si sembarangan, si enggak tahu aturan. semua label yang tak menggambarkan niat baik saya. apa yang selama ini saya perjuangkan (membela kebenaram - ceile gaya bener) jadi tak tertangkap dengan baik. pesan yang saya maksud menjadi blur. orang lebih concern pada cara saya mengatakannya.

makin ke sini, saya makin kerap menerima gempuran karena kebiasaan buruk itu. makin ke sini, saya sadari bahwa cara saya mengatakan hal benar, tidak seberapa membawa manfaat. padahal, saya diajarkan untuk bermanfaat bagi orang lain. semampunya, sekuatnya. kalau sudah begitu, maka saya harus belajar untuk mengatakan hal benar dengan cara yang benar. memahami bahwa orang itu lain-lain. cara yang saya gunakan untuk orang ini, belum tentu cocok untuk orang itu. juga mengerti bahwa semua itu membutuhkan kesabaran tingkat juara.

saya bukan penyabar. namun saya kini tahu, untuk mencapai tujuan terbaik, kita harus rela berbuat selebih-lebihnya. menurunkan ego, menebalkan sabar, memperbanyak senyum. saya sih belum seberhasil itu. tapi paling tidak, sudah berusaha mencobanya. latihan setiap hari.

selamat hari ini, teman. :)

Selasa, April 06, 2010

heart this quote

"Believe in the secrets of your heart, and experience the power to make your dreams come true."
- Anna Sui

*celebrate the dreams, fantasies and hopes :)

just like the name of one of my favorite fragrances from Anna Sui: Live Your Dream. :)
 
template by suckmylolly.com flower brushes by gvalkyrie.deviantart.com